KEPALA SDN KALICILIK

Ibu SITI MAISAROH, S.Pd.

KELUARGA BESAR SDN KALICILIK

Kebersamaan dan kekeluargaan adalah modal utama kami untuk mengabdikan diri.

KKN-UNIVERSITAS AIRLANGGA

Menjalin kerjasama yang baik dengan sesama adalah salah satu tujuan pendidikan.

DRUM-BAND SDN KALICILIK

Kami adalah siswa siswi SDN KALICILIK yang selalu haus akan PRESTASI.

UPACARA BENDERA SETIAP HARI SENIN PAGI

Melaksanakan upacara bendera setiap hari senin adalah salah satu bentuk kecintaan kami kepada bangsa dan negara.

Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Friday, August 23, 2013

Download Buku Pegangan Guru SD Kurikulum 2013

Pemerintah membuat buku pelajaran Kurikulum 2013 dua jenis, yaitu buku pegangan guru dan buku pelajaran untuk siswa. Untuk menghindari masuknya buku yang tidak layak masuk Sekolah Dasar (SD) Buku Kurikulum 2013 disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Penerbit-penerbit buku hanya akan memiliki hak untuk menggandakan, tidak menyusun buku pelajaran.


Di tahun awal penerapannya Kurikulum 2013 dilaksanakan di kelas 1 dan 4. Secara bertahap Kurikulum pengganti KTSP ini diterapkan, ditarget pada tahun 2015 semua sekolah sudah menerapkan Kurikulum Baru. Buku ajar bagi guru dan siswa diberikan secara gratis, dan juga bisa didownload layaknya Buku Sekolah Elektronik (BSE) pada tahun sebelumnya.

Kurikulum 2013 untuk SD dan sederajat menggunakan model pembelajaran tematik integratif. Model pembelajaran ini, materi ajar tidak disampaikan berdasarkan mata pelajaran tertentu, melainkan dalam bentuk tema-tema yang mengintegrasikan seluruh mata pelajaran. Setiap satu semester rata-rata ada 4 tema. Inilah buku pegangan guru SD Kurikulum 2013 untuk kelas 1 dan 4 yang bisa didownload:

Download Buku Pegangan Guru Kelas 1 SD Kurikulum 2013
  1. Tema Diriku
  2. Tema Kegemaranku
  3. Tema Kegiatanku
  4. Tema Keluargaku
Download Buku Pegangan Guru Kelas 4 SD Kurikulum 2013
  1. Tema Indahnya Kebersamaan
  2. Tema Selalu Hemat Energi
  3. Tema Peduli Terhadap Makhluk Hidup
  4. Tema Berbagi Pekerjaan
source : sekolahdasar.net

Download Contoh RPP Kurikulum 2013

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan implementasi dari silabus sebagai program pengajaran. Mulai tahun pelajaran 2013/2014 diterapkan Kurikulum Baru 2013, tentu dengan berbagai perubahan kompetensi dan metode membuat penyusunan RPP juga mengalami perubahan. Silabus Kurikulum dibuatkan oleh Kemdikbud.


Pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dan sederajat, Kurikulum 2013 menggunakan metode pembelajaran tematik intergratif. Dalam metode ini materi yang dipelajari kaitkan dengan memakai sebuah tema, sistem mata pelajaran tidak begitu terlihat. Setiap tingkatan kelas disediakan kurang lebih delapan tema yang harus diajarkan guru.

RPP Kurikulum 2013 memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Belum ada banyak pelatihan yang dilakukan oleh Kemdikbud bagi guru-guru dalam menerapkan Kurikulum 2013, termasuk dalam menyusun RPP yang sesuai Silabus Kurikulum 2013.

Berikut contoh RPP SD Kurikulum 2013 yang dapat didownload:

source : sekolahdasar.net

Sunday, August 18, 2013

Jadwal pelaksanaan PLPG sertifikasi guru 2013

Proses seleksi peserta Sertifikasi Guru tahun 2013 telah diumumkan hasilnya di website Informasi Sertifikasi Guru. Salah satu pola Sertifikasi Guru 2013 adalah melalui jalur Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). PLPG 2013 rencananya dijadwalkan dimulai bulan Agustus 2013. Jadwal PLPG 2013 masing-masing Kabupaten/Kota berbeda-beda sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK) yang ada di rayonnya.


Setidaknya ada tiga syarat supaya guru bisa masuk menjadi peserta Sertifikasi Guru 2013 melalui jalur PLPG, yaitu; (1.) Usia guru di bawah 60 tahun, (2.) Sudah menjadi guru pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan (3.) Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV). Kuota Sertifikasi Guru 2013 sekitar 350 ribu peserta, mereka akan mengikuti PLPG 2013 kurang lebih selama 90 jam atau 9 hari.

Sebelum penentuan peserta Sertifikasi Guru 2013 digelar Uji Kompetensi Guru (UKG) bagi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik, tetapi hasil nilai UKG ini tidak berpengaruh pada penetapan peserta Sertifikasi Guru 2013. Peserta UKG 2013 pun juga tidak bisa melihat nilai dari ujian yang telah dilaksanakan secara online serentak di seluruh Indonesia pada bulan Juni 2013.

Program Sertifikasi Guru melalui jalur PLPG sendiri akan berakhir pada tahun 2015. Selain melalui jalur PLPG, untuk mendapatkan sertifikat pendidik juga dapat melalui Pendidikan Pelatihan Guru (PPG). PPG dilaksanakan selama 2 semester di universitas yang menyelenggarakan program PPG. Bagi guru yang sudah sertifikasi berhak mendapatkan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) sebesar satu kali gaji pokok untuk guru PNS dan Rp. 1,5 juta untuk guru Non PNS.

Source : sekolahdasar.net

Seperti Inilah Model Raport SD Kurikulum 2013

Kurikulum 2012 sudah dimulai diimplementasikan pada sekolah terpilih mulai tahun ajaran 2013/2014 yang dimulai Juli yang lalu. Terjadi banyak perubahan, khususnya untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Salah satu perubahan Kurikulum 2013 yang menggunakan model pembelajaran tematik integratif ini adalah model raport atau laporan hasil belajar.


Terdapat tiga komponen penilaian hasil belajar siswa yang ditampilkan di raport Kurikulum 2013. Tiga komponen penilain itu adalah pengetahuan, ketrampilan, sikap, dengan rincian aspek penilaian masing-masing komponen sebagai berikut:

1. Aspek Pengetahuan
Meningat dan memahami pengetahuan faktual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahu tentang; dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, benda-benda lain di sekitarnya.

2. Aspek Ketrampilan
Menyajikan kemampuan mengamati, menanya, dan mencoba dalam hal; bahasa yang jelas, logis dan sistematis, karya yang estetis, gerakan anak sehat, tindakan anak beriman dan berakhlak mulia.

3. Aspek Sikap
Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
Menunjukkan perilaku jujur, disipilin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri, dan cinta tanah air

Masing-masing aspek di atas dinilai guru dalam bentuk kalimat positif, yaitu tentang apa yang menonjol dari kemampuan siswa serta usaha apa untuk pengembangan sehingga kompetensi yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Silahkan klik disini untuk melihat file PDF Raport Sekolah Dasar Kurikulum 2013

Source : sekolahdasar.net

Download Modul Materi PLPG Sertifikasi Guru 2013

Sertifikasi guru melalui jalur Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2013 dimulai pertengahan Agustus. PLPG merupakan kegiatan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan kurang lebih selama 9-10 hari. PLPG dilaksanakan oleh perguruaan tinggi atau LPTK yang ditunjuk oleh Kemendikbud.


Melalui PLPG, para guru akan menerima materi untuk meningkatkan kompetensi. Di akhir masa PLPG, akan dilakukan ujian kompentensi akhir. Bagi peserta yang lulus, akan mendapatkan sertifikat pendidik profesional dan berhak memperoleh tunjangan profesi pendidik (TPP). Bagi yang belum lulus, harus mengikuti PLPG susulan.

Materi PLPG disusun dengan memperhatikan empat kompetensi guru, yaitu: (1) pedagogik, (2) profesional, (3) kepribadian, dan (4) sosial. Standar kompetensi materi PLPG ditentukan oleh LPTK penyelenggara sertifikasi dengan mengacu pada rambu-rambu yang ditetapkan oleh Dirjen Dikti atau Ketua Konsorsium Sertifikasi Guru dan hasil assesment


Untuk bekal persiapan, ada baiknya peserta PLPG 2013 memahami modul atau materi PLPG. Berikut modul untuk PLPG guru TK dan SD yang bisa didownload.
Source : sekolahdasar.net

Friday, August 2, 2013

Inilah Jabatan yang Diprioritas Untuk CPNS 2013

Mulai bulan September seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk mengisi jabatan yang kosong mulai digelar. Pemerintah akan merekrut sebanyak 60 ribu CPNS baru, sebanyak 20 ribu CPNS rencananya didistribusikan untuk menduduki jabatan di instansi pemerintah pusat dan 40 ribu CPNS untuk instansi pemerintah daerah

Dari 60 ribu lowongan CPNS terdapat jabatan atau profesi yang mendapatkan jatah kursi paling banyak atau prioritas. Seperti dilansir dari situs Kementerian PAN-RB (01/08/2012), Deputi Bidang SDM Kemenpan-RB Setiawan Wangsaatmaja membeber sejumlah jabatan yang menjadi prioritas untuk diisi CPNS tahun 2013 ini


Jabatan yang menjadi prioritas seleksi CPNS 2013 ini untuk instansi pusat adalah guru, yakni guru kelas dan guru produktif atau guru yang memberi keterampilan hidup (life skill) untuk siswa. Selain guru, dosen, penegak hukum , seperti jaksa, panitera, Pengaman Pemasyarakatan (Sipir) juga menjadi salah satu profesi yang sangat dibutuhkan

Kemudian dibutuhkan pula pengawas tata bangunan dan perumahan, pengawas teknik jalan serta jembatan, penata ruang, pengawas teknik pengairan, arsitek, pemeriksa pajak, penyuluh pajak, pemeriksa Bea Cukai, pemeriksa merek, pemeriksa dokumen imigrasi, mediator hubungan industrial, instruktur, pengawas ketenagakerjaan, pengamat gunung api, inspektur tambang, penguji kendaraan bermotor, pengawas keselamatan pelayaran, ATC

Sedangkan untuk seleksi tes CPNS 2013 di pemerintah daerah, guru dan tenaga medis menjadi profesi yang diprioritaskan. Guru kelas dan guru produktif yaitu guru yang memberikan keterampilan kepada siswa sangat dibutuhkan. Untuk tenaga medis dan paramedis adalah dokter, dokter spesialis, bidan, perawat, pranata rontgent, asisten apoteker, refraksionis optisien, dan lain-lain

"Sedang untuk pemda adalah guru kelas SD dan guru produktif yaitu guru yang memberikan keterampilan kepada siswa seperti guru tata boga, guru akuntansi, guru TIK, guru desain grafis, guru seni kriya, dan lain-lain," kata Setiawan

Selain itu dibutuhkan jabatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sesuai potensi dan karakteristik daerah (penyuluh pertanian, perikanan, kelautan, penyuluh koperasi dan UKM, pengawas pertambangan, pengawas jalan dan jembatan, pengawas tata bangunan dan perumahan).

Lalu jabatan untuk menciptakan lapangan kerja(instruktur automotif, las, tata boga, dan tata rias). Jabatan untuk pengurangan kemiskinan(pamong belajar, pembimbing usaha mandiri, pembimbing terapan teknologi tepat guna, penggerak swadaya masyarakat, dan lain-lain). Serta jabatan untuk pengendalian pertumbuhan penduduk penyuluh KB.

sumber : sekolahdasar.net

Saturday, July 27, 2013

Mari kita pelajari sistem CAT (Computer Assisted Test)

Pada dasarnya yang membedakan ujian CPNS sistem CAT dengan ujian CPNS sistem manual hanya pada peralatan yang digunakan. Jika pada ujian manual, biasanya alat yang digunakan adalah pensil 2B dan papan ujian untuk menyelesaikan soal-soal CPNS multiple choice (Pilihan Berganda), sedangkan jika ujian CPNS dilaksanakan dengan sistem CAT, peralatan tersebut diganti dengan komputer yang sudah di program secara khusus.


Mari kita pelajari sistem CAT (Computer Assisted Test)

Namun dari sisi materi soal CPNS tidak akan jauh berbeda dengan sistem ujian biasa. Ujian CPNS CAT dilakukan untuk menyelesaikan soal CPNS Tes Kompetensi Dasar (TKD) dimana pelaksanaannya dilakaukan dengan sarana komputer.
Secara garis besar, berikut ini adalah persiapan ujian CPNS CAT (Computer Assisted Test) yang mungkin perlu dipahami terutama bagi teman-teman yang awam:

1. Penguasaan materi Soal CPNS

Pada ujian CPNS CAT, ingatlah bahwa komputer hanyalah sebagai alat. Tujuan Test Kompetensi Dasar (TKD) sendiri dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dasar yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan seseorang jika dia bekerja atau memangku jabatan sebagai PNS.

Hal ini dilakukan dan diukur dengan standar tes TKD dengan memberikan soal-soal CPNS yang berisi materi-materi yang berhubungan dengan Tes Kompetensi Dasar (TKD). Jadi persiapan pertama yang perlu dipahami dan dikuasai betul dalam ujian CAT CPNS seperti halnya ujian biasa adalah penguasaan materi soal-soal CPNS yang nantinya akan diujikan.

Adapun cara menguasai materi soal-soal CPNS adalah dengan banyak membaca atau memperbanyak latihan soal-soal CPNS.

2. Pemahaman CAT (Computer Assisted Test)

Jika sekiranya anda telah cukup memahami materi soal-soal CPNS maka langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah pemahaman tentang metode ujian CAT. Mungkin anda sudah terbiasa dalam ujian biasa yang menggunakan pensil 2B, namun dengan penerapan CAT, sistem tersebut tentu sangat berbeda jauh. Anda harus memahami betul bagaimana metode ujian CAT, proses ujian CAT, proses penilaian dan sebagainya. Dengan memahami ini tentunya anda bisa mengambil keputusan dan langkah terbaik bagaimana harus bersikap.

3. Pemahaman Praktis Ujian CAT CPNS

Katakan anda sudah cukup mempelajari materi soal-soal CPNS, anda juga sudah memahami bagaimana proses ujian CAT CPNS dan informasi lain yang terkait dengannya, selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah pemahaman praktis ujian CAT itu sendiri. Artinya anda harus memahami secara teknis bagaimana mengerjakan ujian CAT CPNS atau dengan kata lain bagaimana cara menjalankan program komputer CAT yang nantinya ditugaskan kepada anda.

Karena akan sia-sia pemahaman materi dan konsep ujian CAT yang telah anda kuasai jika langkah praktisnya anda tidak terampil. Sama saja seperti anda memahami bagaimana proses dan sistem sebuah mobil berjalan, anda juga memahami secara teori bagaimana mobil itu dijalankan, namun akan sia-sia jika pada prakteknya anda tidak mampu mengendarai mobil tersebut.

Jadi kesimpulannya, sebelum anda mengikuti ujian CAT CPNS yang perlu dipersiapkan pahamai dan kuasai betul materi soal-soal CPNS, pahami bagaimana ujian CAT CPNS sistem CAT dan kuasai secara praktek bagaimana mengoperasikan komputer saat ujian CAT.

Iformasi lain tentang CAT silahkan kunjungi situsnya di: http://www.catcpns.com/


Penerimaan CPNS dari tenaga honorer K2 kapan?

 JAKARTA – Pemerintah sudah berancang-ancang membuka rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2013. Rencananya tes dijalankan akhir Juni nanti. Honorer kategori dua (K2) mendapat prioritas pengangkatan.

Progres persiapan tes CPNS 2013 ini dipaparkan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PAN-RB) Eko Prasodjo.
“Kita sudah koordinasi dengan tim pengawas reformasi birokrasi nasional yang diketuai Pak Wapres,” katanya Kamis (24/1).


Hasil konsultasi itu memutuskan moratorium atau penghentian sementara rekrutmen CPNS baru dihentikan. Dengan demikian, tahun ini ada rekrutmen CPNS baru.
Meski moratorium dicabut, usul permintaan CPNS baru tidak diperlonggar. Eko menjelaskan, kuota CPNS baru belum bisa ditentukan sekarang.

Sebab, saat ini kuota ditentukan kebutuhan masing-masing instansi pusat atau daerah. “Jika model yang lama, kuota nasional ditetapkan dulu. Baru disebar merata di setiap instansi,” kata dia.
Menurut Eko, mulai saat ini instansi pusat atau daerah sudah bisa memasukkan permintaan kuota atau formasi CPNS baru. Di Kemen PAN-RB, permintaan itu akan dicek dengan sejumlah instrumen lainnya. Di antaranya, analisis kebutuhan PNS untuk lima tahun mendatang.

Yang jelas, pemerintah memastikan tes CPNS 2013 akan diisi pelamar umun dan tenaga honorer K2. “Tenaga honorer K2 kita prioritaskan karena amanah PP (peraturan pemerintah),” timpalnya.
PP itu mengamanahkan honorer K2 diangkat secara bertahap mulai tahun ini hingga 2014. Jumlah honorer K2 hampir 600 ribu jiwa, tetapi tidak diangkat semuanya.

Posisi pelamar umum hanya untuk kursi yang tidak memiliki kandidat di kelompok honorer K2. Saat ini honorer K2 menumpuk di kursi guru, perawat, dan tenaga teknis lainnya.
Eko menjelaskan rangkaian rekrutmen CPNS 2013 dimulai efektif Maret depan. Yakni dengan sosialisasi pendaftaran ke masyarakat. “Kemudian tes dijalankan akhir Juni. Kalau molor mungkin awal Juli,” tandasnya.

Skenario teknis tes CPNS 2013 kemungkinan diperbaharui. Yakni pelamar langsung menjawab soal ujian di depan komputer (computer assisted test/CAT). Pusat sarana CAT masih belum tersebar di daerah.
Untuk itu mereka menjajaki kerja sama dengan PTN (perguruan tinggi negeri) yang direkomendasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (wan/oki)

Demikian, kabar gembira ini disampaikan, semoga bermanfaat untuk anda semua, dan untuk yang berminat menjadi PNS, sekali lagi persiapkan diri anda sebaik-baiknya.

Sumber : bojonegorokab.go.id

Friday, July 26, 2013

Cara edit data PTK level 2 (bintang 3)

Sahabat pembaca BLOG SDN KALICILIK yang budiman, pada postingan kali ini kami akan share tentang cara edit data PTK level 2 (bintang 3). Untuk sekedar informasi saja, artikel ini kami dapatkan dari SITE sahabat yakni, www.candrawira.com. 
Mari kita pelajari bersama-sama :

Setelah melakukan pengisian EDS Online, Mengisi Data Rinci dan mencetak pengajuan, PTK akan mendapatkan SURAT PAKTA INTEGRITAS PTK dan status di direktori PTK akan menjadi bintang tiga menandakan verval level ke dua sudah selesai.
Namun tidak jarang teman – teman yang salah menginput data di data rinci. Pada login ptk yang sebelumnya data bisa di edit, setelah mendapatkan Surat Pakta Integritas PTK menu tersebut sudah tidak bisa di ubah kembali. Data tersebut hanya bisa di cek dengan keterangan data anda sedang di proses oleh admin.

Tidak jarang operator sekolah dan guru yang bersangkutan menjadi panik karena kesalahan data. Namun tidak usah khwatir. Walaupun PTK sudah mendapat bintang tiga, data rinci masih bisa di ubah.

Cara Mengubah Data Verval 2

Untuk mengubah data PTK, terlebih dahulu kita harus membatalkan Pemeriksaan Berkas Verval NUPTK Level 2.
- Login di Akun Sekolah
- Masuk di Verifikasi dan Validasi
- Daftar Status Pemeriksaan Berkas
- Di pojok kanan nama ptk ada tanda panah,
- Pilih Batal Pemeriksaan
Setelah Data PTK di batalkan. Kita bisa masuk di login ptk dan mengedit data yang salah itu kembali. Setelah semua data selesai di edit. Masuk kembali di akun sekolah dan lakukan Verifikasi Level 2 Pendidik & Tenaga Kependidikan dengan melakukan pengecekan berkas.

sumber

Thursday, July 25, 2013

Cara pengajuan NISN 2013

Kesulitan mengajukan NISN mungkin disebabkan kurangnya informasi tentang tata cara pengajuan NISN itu sendiri. Disini SDN Kalicilik hanya berbagi informasi (artikel ini hanya bersifat INFORMATIF saja) tentang tata cara pengajuan NISN yang bersumber dari artikel yang ditulis oleh SITE sahabat yakni siap-sekolah.com
Mari kita sama-sama pelajariu bagaimana tata cara pengajuan NISN tersebut :


NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) adalah kode pengenal siswa yang bersifat unik dan membedakan satu siswa dengan siswa lainnya. NISN terdiri dari 10 digit angkat yang mempunyai makna seperti berikut :
NISN :aaaxxxyyyy (10 digit angka)
Aaa = tiga digit tahun lahir
xxxyyyy = tujuh digit nomor urut yang dibagi dalam 2 bagian, yaitu:
xxx = tiga digit pengelompokan, dan
yyyy = empat digit nomor urut dalam pengelompokan xxx.
Setelah setahun lamanya pengajuan / pembuatan NISN tidak lagi dilakukan oleh operator sekolah di situs dapodik.org, banyak sekolah yang mengalami kesulitan dalam membuat NISN baru terlebih bagi siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional NISN menjadi suatu kewajiban dalam pendataan calon peserta ujian nasional.
Cukup lama menunggu, akhirnya saat ini dinas pendidikan memberikan kemudahan dalam mendaftar / mengusulkan siswa yang belum memiliki nomor induk siswa nasional tersebut. NISN 2013 di ajukan tidak rumit dan memakan waktu yang lama. Berikut ini cara mengajukan NISN Siswa SD, SMP, SMA terbaru.


Download Formulir A.1 – Pengajuan NISN Baru
Download :
XLS   PDF
Isi Formulir Excel

  1. Pilih jenjang dan isi identitas dan alamat siswa
  2.  Masukan data siswa
  3.  Format tanggal lahir adalah TTTT/BB/HH
  4.  format jenis kelamin isi 1 jika laki – laki dan 2 untuk perempuan
  5.  format agama, isi 1 jika islam, 2 jika protestan, 3 jika katolik, 4 jika hindu, 5 jika budha, 6 jika konghu-chu, untuk pilihan lainnya
  6.  Format tingkat di isi dengan angka biasa, bukan angka romawi
  7.  Tidak usah masukan scan tanda tangan kepala sekolah

Formulir PDF


Untuk formulir bisa di lampirkan bisa tidak, jika anda ingin melampirkanya bisa menngukana aplikasi yang bisa convert pdf to word, misalnya nitro pdf dan lain sebagainya.
  1.  isi identitas siswa
  2. Berbeda denga excel perhatikan format pengetikan tanggal lahir siswa di isi dengan HH/BB/TTTT Tanggal/Bulan/Tahun
  3. save as kembali ke pdf
  4. Form A1 yang sudah diisi, ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan distempel
  5. File yang dikirim lewat email : (MS Excell 97-2003 Workbook (xls), file pdf ( hasil scan dari file excel yang sudah di print dan ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan distempel), Tidak berformat Rar/Zip)
  6. Nama file disimpan atau Save as dengan nama : Nomor NPSN-Namasekolah. contoh: 12345678-SDN Gotong Royong
  7. Penulisan nama siswa tidak menggunakan tanda baca ( ’, – , ) dan tidak boleh disingkat.
  8. Penulisan Tanggal lahir menggunakan format YYYY-MM-DD, Contoh: 1991-03-16
  9. Penulisan Agama dan Jenis Kelamin menggunakan angka
  10. Penulisan Tingkat/Kelas menggunakan angka bukan romawi ( Misal 1,2, …, 12)
  11. Dinas kab/kota yang mengkoordinir pengajuan NISN melampirkan surat keterangan pengajuan NISN yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan setempat dan distempel (hasil scan dalam bentuk file pdf)

Kirim Email
jika semua lampiran sudah selesai silahkan kirimkan email
Alamat : pdsp@kemdikbud.go.id atau nisn.pdsp@yahoo.co.id
Subject : Pengajuan NISN SDN xxxxxxxx
Isi : terserah mau di isi apa
Lampiran : Formulir-A.1.xlx dan Formulir-A.1.pdf
Setelah semua selesai anda akan mendapat balasan otomatis :
Untuk melakukan pengecekan data yang dikirm, bisa dilihat di situs http://nisn.data.kemdiknas.go.id/page/data

Sunday, July 21, 2013

Pemilihan Buku Teks Harus Ada Cap Halal

Jakarta--Buku teks pelajaran digunakan sebagai acuan wajib oleh pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Rapat pendidik memilih buku mengacu dari buku-buku teks pelajaran yang ditetapkan kelayakan-pakainya oleh menteri dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.2 Tahun 2008 tentang Buku. Adapun jika terdapat buku teks yang belum ditetapkan oleh Mendikbud maka rapat pendidik pada satuan pendidikan dapat memilih buku teks, yang tersedia di pasar buku, dengan mempertimbangkan mutu buku teks dan kesesuaiannya dengan standar nasional pendidikan.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, setiap buku yang akan digunakan di sekolah harus mendapatkan rekomendasi dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemdikbdud. Kementerian, kata Mendikbud, akan mengeluarkan regulasi, yang salah satu isinya, mengatur larangan menggunakan buku, yang belum mendapatkan rekomendasi dari Puskurbuk.

“Dengan demikian aman, ibarat orang beli makanan sudah ada capnya MUI (Majelis Ulama Indonesia), halal atau haram, atau dari segi kesehatan dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan),” katanya kepada salah satu awak media tv nasional di ruang kerjanya, Jakarta, Rabu (17/07/2013).

Mendikbud menambahkan, dengan Kurikulum 2013, yang dimulai pada Tahun Pelajaran 2013/2014 ini, semua konten dari buku akan dikendalikan.

Hal tersebut disampaikannya Memdikbud menanggapi beredarnya buku yang mengandung materi pornografi di SDN Polisi 4 dan SDN Gunung Gede, Kota Bogor, Jawa Barat, pekan lalu.

Mendikbud mengatakan, buku yang beredar tersebut rencananya akan digunakan mulai Tahun Pelajaran baru ini. Namun, pihaknya telah meminta kepada jajaran Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk menarik buku-buku tersebut.

“Saya minta segera ditarik semua. Kami juga akan mengundang penerbit dan penulisnya untuk mempertanggungjawabkan isi buku ini. Saya sudah baca, sama sekali tidak layak,” katanya.

Buku yang dimaksud berjudul “Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia” untuk kelas VI SD terbitan CV.Graphia Buana. Pada halaman 55-60 terdapat cerita berjudul “Anak Gembala dan Induk Serigala”. Di dalamnya terdapat kata-kata yang cukup vulgar.

Berdasarkan hasil penelusuran tim Kemdikbud di lapangan, buku yang bermasalah tersebut bukan merupakan buku paket wajib dari pemerintah melainkan buku pendamping. Buku tersebut tidak memiliki rekomendasi, baik dari Kemdikbud maupun Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fetty Qondarsyah, saat ditemui tim Kemdikbud beberapa waktu lalu, menyatakan telah melarang penggunaan buku, yang dicetak pada Maret 2013 ini. “Saya sudah memanggil kedua kepala sekolah dan mengeluarkan surat edaran agar tidak ada sekolah di Kota Bogor, yang menggunakan buku ini,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah SDN Polisi 4, Sutisna, mengatakan, buku itu pertama kali ditemukan di sekolah pada Selasa, 9 Juli 2013. Pihak sekolah, kata dia, kemudian mengambil tindakan untuk tidak menggunakannya dan menghubungi 26 orang tua siswa, yang telah menerima buku itu. “Pihak sekolah meminta mengembalikan buku ke agen di Jalan Paledang, Bogor,” katanya. (IH/AK/ASW).

Sumber : www.facebook.com/Kemdikbud.RI

Mendikbud Resmikan Kurikulum 2013 di Bantul

Bantul --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh melakukan peluncuran Kurikulum 2013 secara nasional di SMA Negeri 1 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peresmian ditandai dengan penyerahan buku Kurikulum 2013 tingkat SD, SMP dan SMA ke siswa.

Dalam sambutannya Menteri Nuh mengatakan, peluncuran kurikulum ini bukan sekadar peluncuran sebuah tulisan belaka, namun demi membangun sebuah peradaban di masa depan. "Dan DIY merupakan simbol peradaban masa depan," ujarnya mengungkap alasan peluncuran Kurikulum 2013 dilakukan di Bantul, pada Senin (15/7).



Menteri Nuh mengatakan masyarakat DIY sudah siap dengan pelaksanaan kurikulum 2013 ini. Oleh karena itu, kementerian berterima kasih kepada masyarakat DIY yang siap menerima kedatangan Kurikulum 2013. Ini adalah takdir Tuhan bahwa peluncuran Kurikulum 2013 ini secara resmi diluncurkan di DIY," katanya.

Kurikulum 2013 ini diluncurkan secara serentak nasional pada hari ini terhadap 6.400 sekolah. Pelaksanaan kurikulum 2013 ini dilakukan secara bertahap dan terbatas. Artinya tidak semua atau belum semua sekolah di kabupaten/kota dan propinsi yang akan menerapkan kurikulum ini. Bahkan sangat dimungkinkan dalam satu sekolah belum semua rombongan belajar akan menerapkannya.

"Saat ini sudah ada 6.400 sekolah yang siap dan kalau ada sekolah yang belum menerapkan itu memang. Target kita bertahap selama 3 tahun hingga 2015," katanya.

Menteri Nuh berharap melalui peluncuran Kurikulum 2013 ini pendidikan di tanah air dapat dikembangkan dan ditingkatkan secara maksimal. Menurutnya keutamaan nilai moral dan budaya perlu mendapat tempat yang spesial, khususnya melalui pemahaman lewat nilai-nilai agama.

Acara peluncuran Kurikulum 2013 di SMA 1 Bantul dihadiri pula Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Bantul Suryawidati Idham Samawi, serta pejabat di lingkungan Kemdikbud, seperti Sekretaris Jenderal Ainun Naim dan Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso


Sumber : www.facebook.com/Kemdikbud.RI

226 PEMDA yang membuka tes CPNS 2013

Tahun ini pemerintah akan membuka lowongn CPNS 2013 sebanyak 60.000 orang. Sebanyak295instansi akan menggelar seleksi CPNS dari jalur pelamar umum. Terdiri dari 68 Kementerian / Lembaga dengan jumlah formasi 20.000 orang, sedangkan 40.000 orang untuk 30 pemerintah provinsi serta 197 kab/kota.
Pengumuman lowongan penerimaan CPNS tahun 2013 akan dilakukan setelah lebaran yang akan dilanjutkan dengan pendaftaran. Sedangkan tes CPNS akan dilaksanakan sekitar bulan Oktober sampai Nopember dengan menggunakan sistem CAT (computer assisted test).


226 PEMDA yang membuka tes CPNS 2013

Deputi SDM aparatur kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja telah menyerahkan data tambahan formasi CPNS 2013 itu kepada masing-masing instansi dalam RAKOR CPNS di Jakarta.
Berikut ini nama instansi PEMDA yang membuka lowongan penerimaan CPNS 2013 :
  1. Provinsi NAD
  2. Kab. Gayo Lues
  3. Kab. Aceh barat daya
  4. Kab. Aceh selatan
  5. Kab. Aceh singkil
  6. Kab. Aceh tamiang
  7. Kab. Aceh tenggara
  8. Kab. Pidie jaya
  9. Prov. SUMUT
  10. Kab. Batu bara
  11. Kab. Nias
  12. Kab. Nias barat
  13. Kab. Nias selatan
  14. Kab. Nias Utara
  15. Kab. Padang lawas
  16. Kab. padang lawas utara
  17. Kab. deli serdang
  18. kab. labuhan batu bara
  19. kab. tapanuli tengah
  20. kab. tapanuli utara
  21. ...................
untuk informasi lebih lengkap tentang nama instansi PEMDA yang membuka lowongan penerimaan CPNS 2013 silahkan klik disini

Peserta seleksi CPNS wajib lulus Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB). TKD terdiri dari tes wawasan kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Karateristik Pribadi (TKP). Sedangkan untuk TKB sesuai bidang tugas masing-masing jabatan.
Sumber : sekolahdasar.net

Thursday, July 18, 2013

JAWA TIMUR PERTAHANKAN PREDIKAT JUARA UMUM O2SN

Kontingen Jawa Timur kembali meraih predikat juara umum dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang dilaksanakan di Balikpapan dan Samarinda, 30 Juni – 6 Juli 2013. Pengumuman dan penyerahan trophy juara umum diserahkan dalam acara penutupan di Gedung Pertemuan dan Olahraga (Dome), Balikpapan, Jumat (5/7). Gelar juara umum tahun ini adalah gelar keenam yang diraih oleh Jawa Timur secara berturut-turut.


Jawa Timur menjadi juara umum O2SN 2013 setelah berhasil mengumpulkan 25 medali emas, 17 perak dan 17 perunggu. Jawa Barat menyusul di tempat kedua dengan 18 emas, 11 perak dan 12 perunggu. Sedangkan tempat ketiga ditempati kontingen Bali dengan 14 emas, 8 perak, dan 13 perunggu.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Harun menyatakan rasa bahagia dan bangganya kepada anggota kontingen Jawa Timur yang sudah bekerja keras untuk dapat mepertahankan gelar juara umum. Harun juga berharap para juara O2SN bisa terus dibina selepas sekolah menengah agar bisa menjadi atlet profesional yang bisa membanggakan bangsa Indonesia.
Harun mengungkapkan bahwa keberhasilan Jawa Timur menjadi juara umum O2SN enam kali berturut-turut adalah berkat kerja keras dan kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten sampai dengan UPTD dalam pembinaan olahraga di jawa Timur. “ Kami berharap kedepan Jawa Timur dapat merebut juara umum O2SN yang ketujuh kali secara berturut-turut,” seru harun bersemangat.

Kebanggaan Harun semakin bertambah dengan gelar kontingen paling fair play dari 33 provinsi yang ambil bagian di ajang yang digelar di Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur.
Gelar fair play ini didasarkan pada ketepatan tiba di lapangan,kejujuran umur, serta sportivitas selama pertandingan. "Gelar ini sangat membanggakan karena semua pertandingan dinilai jujur,"kata mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim sambil menunjukkan piala fair playnya
Menurut Harun, prestasi ini berkat kerja keras siswa, guru, pelatih serta didukung oleh pihak-pihak yang selama ini memberikan CSR ke dunia olahraga pendidikan."Memang untuk membina olahraga kita tidak cukup dari dalam dinas pendidikan, tapi butuh kekuatan luar dan dukungan seluruh pemerintah daerah di Jatim,"katanya.

Meski telah meraih gelar juara umum keenam kalinya, Harun meminta semua jajajarannya untuk tidak lengah.Terutama untuk memantau bibit-bibit atlet yang ada di jatim. Hal ini perlu agar calon atlet potensial ini tidak lari ke daerah lain.
Asli Nurjadin, sekretaris panitia O2SN 2013 dalam laporannya menjelaskan bahwa O2SN tahun ini diikuti oleh 4.126 siswa mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK dari seluruh Indonesia. Para peserta O2SN Balikpapan- Samarinda ini memperebutkan medali dari 12 cabang olahraga, yaitu atletik, bulutangkis, tenis meja, catur, renang, karate, pencak silat, senam, bola voli, bola basket, dan sepak takraw.

Contoh Jadwal pelajaran SD Kurikulum 2013

Masih ada banyak pertanyaan mengenai kurikulum 2013 untuk jenjang sekolah dasar (SD) memakai metode tematik integratif. Salah satunya adalah, akan seperti apa jadwal pelajaran dengan memakai kurikulum 2013 ketika materi tidak lagi dipisahkan dengan mata pelajaran tetapi dipisahkan berdasarkan tema.

Pembelajaran tematik kurikulum sebelumnya (KTSP) memang sudah diterapkan, khususnya pada kelas rendah (kelas 1,2 dan 3). Meskipun demikian, penerapan metode pembelajaran tematik bukanlah hal yang mudah. Guru harus bisa mengaitkan beberapa kompetensi dasar (KD) melalui sebuah tema yang diajarkan.

Masing-masing kelas akan disediakan kurang dari delapan tema berbeda. Setiap tema harus selesai diajarkan dalam jangka waktu tertentu. Tema-tema pada mata pelajaran tematik integratif kurikulum 2013 berkaitan dengan alam dan kehidupan manusia.Keduanya memberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran di SD


Diatas merupakan contoh jadwal pelajaran tematik kelas 4 SD yang memakai kurikulum 2013. Tema hidup hemat energi disajikan selama 3 minggu, penyusunan jadwal tidak lagi per mata pelajaran (mapel) melainkan per Tema. Sebuah tema mengintegrasikan berbagai konsep dasar yang saling berkaitan.

Sumber : sekolahdasar.net

Wednesday, July 17, 2013

Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2013/2014

Buku Kalender Pendidikan ini disusun sebagai pedoman dalam membuat rencana program dan kegiatan bagi Satuan Pendidikan TK, TKLB, SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK dan PNFI di lingkungan pembinaan Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta tahun pelajaran 2013/2014.
Penyusunan Kalender Pendidikan ini mengacu pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 125/U/2002 tanggal 31 Juli 2002 tentang Kalender Pendidikan dan jumlah jam belajar efektif di sekolah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pencantuman hari libur umum tahun 2014 masih merupakan perkiraan, sambil menunggu Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penyesuaian akan dilakukan setelah SKB tersebut terbit.

Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2013/2014

Pada tahun pelajaran 2013/2014, perlu dicermati oleh segenap jajaran di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, agar dalam melaksanakan tugas selalu:
1. Berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku;
2. Berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan;
3. Melaksanakan dan mengutamakan pelayanan prima;
4. Memantapkan dan memfungsikan mekanisme kerja;
5. Meningkatkan koordinasi kerja dan kebersamaan;
6. Meningkatkan pengawasan melekat dan pengawasan fungsional;
7. Memegang prinsip bersih, transparansi, dan profesional
Semoga bermanfaat sesuai tujuannya.
Jakarta, 20 Mei 2013
KEPALA DINAS PENDIDIKAN
PROVINSI DKI JAKARTA,


Solahkan download Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2013/2014 DISINI

Rancangan Pembelajaran Tematik Kurikulum 2013

Contoh silabus kelas 1 SD tema Diri Sendiri yang diberikan pada uji publik, ada begitu banyak kompetensi dasar yang mesti diberikan selama 30 JP x 4 minggu. Semua kompetensi dasar tesebut tertuang rapi dalam setiap matapelajaran sebagaimana gambar jaringan tema dan silabus di bawah ini. 13576853951528412033
Jaringan Tema Diri Sendiri pada materi uji publik kurikulum 2012
1357685506946076717
Silabus Tema Diri Sendiri pada materi Uji Publik Kurikulum 2013
Memperhatikan aktifitas pembelajaran yang tertuang dalam silabus di atas, jelas guru tidaklah mungkin menyampaikan pembelajarannya secara berurut apa adanya. Guru memiliki keterbatasan sebagaimana yang dikehendaki kurikulum 2013 dan manajemen sekolah. Berdasar silabus tersebut, pembelajaran tema Diri Sendiri dialokasikan 26 JP/minggu yang berasal dari pelajaran PPKn 5 JP, Matematika 5 JP, B. Indonesia 8 JP, Penjasorkes 4 JP, Seni Budaya dan Prakarya 4 JP. Artinya, masih ada 4 JP per minggu di luar tema, yang dialokasikan untuk pelajaran Pendidikan Agama. Berikutnya, sesuai dengan alokasi waktu pembelajaran tadi, manajemen sekolah membuat jadwal pembelajaran di kelas sebagaimana situasi dan kondisi sekolah. Sebagai contoh sekolah akan membuat jadwal pembelajaran di kelas seperti tabel barikut.
13576866122135829872
Contoh Jadwal Pembelajaran Kelas 1
Guru, berdasarkan silabus dan alokasi jadwal yang dibuat, diharapkan bisa merencanakan pelaksanaan pembelajaran hari ke hari. Untuk itu, guru diminta merunutkan kompetensi dasar yang akan diberikan pada setiap harinya.
Secara sistematis, kerunutan penyampaian kompetensi dasar tersebut mesti memenuhi pedagogic. Menurut Benjamin S. Bloom pedagogic dalam pengajaran meliputi 3 ranah pembelajaran, yang masing-masing disampaikan bertahap sebagaimana tabel berikut.
1357686711392068352
Tabel Ranah pembelajaran Benjamin S. Bloom
Adapun konsep pendidikan berbasis budaya menurut UNESCO ada 4 (empat) pilar, yaitu How to think, How to do, How to be, dan How to live together. Oleh karena itu, apabila guru benar-benar akan memberikan pendidikan yang berbasis pada budaya, maka ia harus menentukan ke tiga ranah pembelajaran apa saja yang setiap harinya akan diajarkan.
Apabila yang direncanakan dan/atau yang direalisakan dalam pembelajaran masih hanya ranah cognitive misalkan, bisa dipastikan pembelajaran di kelas sebagamanai saat ini banyak terjadi. Guru lebih fokus memberikan materi pelajaran dan siswa diharapkan untuk menghapal materi (sebagai ilmu) dengan asesmen ujian tulis. Kalaupun ada cerita dalam pembelajaran juga diberikan karakter, Insya Allah itu hanyalah sebuah tempelan yang tak akan merubah sikap siswa, atau paling tidak hanya akan menjadi knowledge siswa yang belum tentu dilakukan.
Inilah salah satu beda kurikulum 2013 dengan KTSP. Di kurikulum 2013, kompetensi dasar yang wajib diberikan guru di dalam kelas sudah meliputi ranah cognitive, psicomotor dan affective. Oleh karena itu, nanti guru tidak bisa lagi hanya mengajarkan knowledge ataupun menempelkan karakter. Tetapi harus secara holistik ke tiga ranah tersebut diajarkan ke siswa, sehingga siswa dapat memiliki pengalaman belajar yang memungkinkan mereka bisa mengkontruksi kemampuannya sendiri. Di sinilah guru diminta kreatif dan bergeser ke paradigma pembelajaran baru dalam pengajarannya di kelas.
Sabagaimana mimpi ingin memajukan pendidikan Indonesia, meningkatkan kemampuan guru dan rasa penasaran terhadap kurikulum 2013. Diskusi pembahasan implementasi kurikulum 2013 banyak kami dilakukan di Zona Belajar Menyenangkan Menjemput Cita-Cita. Hasilnya pembaca bisa ikuti di http://republikbelajar.org yang salah satunya bisa menjadi contoh solusi bagaimana guru akan merencanakan pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 seperti gambar di bawah ini.
13576867681583321907
Rancangan Pembelajaran Tema Diri Sendiri Kurikulum 2013
Rancangan pembelajaran tema Diri Sendiri di atas berdurasi 26 JP x 4 Minggu, yang per minggunya fokus membahas sub tema yang terkait dengan tema utamanya. Setiap akhir sub tema, siswa diharapkan memiliki karya sebagaimana ditulis dalam elipe. Adapun kompetensi dasar yang akan diberikan dituangkan dalam kotak yang mensarikan kompetensi dasar kurikulum 2013 terkait. Setiap kompetensi dasar akan diajarkan berdasarkan level 1, 2, dst (sebagaimana jadwal pelajaran di kelas) dan ditetapkan ranah pembelajarannya.
Guna memaksimalkan pembelajaran, alangkah baiknya bila di akhir dari pembelajaran tema ini, siswa, guru dan orang tua siswa merayakan keberhasilan belajarnya bersama-sama. Dalam hari yang sudah ditentukan, secara sederhana semua siswa diberi kesempatan bisa mengenalkan diri, menyapa, mempertunjukkan ekpresinya, menceritakan usahanya, dan menampilkan karya hasil pembelajaran dihadapan para orang tua siswa dan tamu yang sengaja diundang. Bisa dibayangkan siswa kelas 1 SD yang polos dan lucu akan ceria berusaha menjadi pembelajar. Apalagi bila gurunya pada masa pembelajaran tema ini, sengaja menyiapkan para siswanya bisa menyapa dan mengenalkan dirinya dengan pakaian, gaya dan bahasa daerah asal mereka. Nyanyian Bhineka Tunggal Ika bersama-sama hadirin dengan lambaian bendera merah-putih bisa menutup acara tersebut. Sungguh pembelajaran yang terindukan.

Friday, April 27, 2012

Bahasa Jawa dan hakikatnya bagi kita

Pembelajaran adalah kegiatan interaksi edukatif antara peserta didik dengan guru. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tatap muka sebagaimana dimaksud dalam, PP No. 74 tahun 2008, yang isinya antara lain merupakan kegiatan bimbingan dan latihan kepada peserta didik yang belum menguasai kompetensi yang harus dicapai (Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas, 2009:10)
Bahasa Jawa adalah salah satu Mulok dalam struktur kurikulum di tingkat pendidikan SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, bahkan di Propinsi Jawa Tengah menjadi mulok wajib bagi semua jenjang pendidikan.
Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan (virtues) yang diyakininya dan digunakannya sebagai landasan untuk cara pandang berpikir dan bertindak. Pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah dan oleh karenanya dilakukan secara bersama oleh semua guru dan pimpinan sekolah, melalui semua mata pelajaran dan menajdi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah. (Pusat Kurikulum Balitbank Kemendiknas, 2010: 2)
SDN KALICILIK
Sejalan dengan itu Edi Sedyawati dalam Paul Suparno, dkk (2002:27), budi pekerti sering diartikan sebagai moralitas yang mengandung pengertian adat istiadat, sopan santun dan perilaku. Budi pekerti sebagai alat batin untuk menimbang perbuatan baik / buruk. Sebagai alat batin, moralitas (budi pekerti) dianggap sebagai suatu yang ada dalam diri seseorang yang terdalam seperti suara hati. Emile Duekheim (1990 : X) menyebutkan moralitas merupakan keteraturan tingkah laku dengan unsur pertama adalah disiplin, jadi moralitas berhubungan dengan perilaku yang positif.
Pembelajaran Bahasa Jawa khususnya dalam penerapan unggah-ungguh oleh siswa dianggap kompetensi yang paling sulit, karena untuk menerapkan unggah-ungguh diharapkan siswa mampu menguasai kompetensi berbahasa Jawa dengan baik dan benar. Unggah-ungguh dalam berbahasa Jawa sebenarnya secara kelompok besar dikategorikan menjadi tiga jenis yakni ngoko, madya dan krama. Bahkan ketiga kelompok tersebut kemudian diuraikan lagi menjadi sembilan yaitu:
(1) ngoko andhap antya basa,
(2) ngoko andhap basa antya, madya ngoko,
(4) madya krama,
(5) kramantara,
(6) wredakrama,
(7) kramadesa,
(8) mudakrama dan
(9) kramainggil.

Ragam yang begitu banyak dan rumit akhirnya para pakar Bahasa Jawa menyederhanakan menjadi 4 ragam, yakni : ngoko lugu, ngoko alus, kromo lugu, dan kromo alus (menurut kurikulum Berbahasa Jawa Tahun 2010). Hal ini bertujuan agar mendukung peningkatan ketrampilan berbahasa serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik juga memenuhi azas fungsional komunikatif. Para siswa dituntut untuk bisa menerapkan keempat ragam di atas secara laras dan leres, yakni siswa berbicara dengan siapa,dimana, pada posisi bagaimana, misalnya apa sedang bicara dengan anak kecil, teman sebaya, orang tua, guru, orang yang lebih dihormati, dan lain-lain tentulah menggunakan ragam bahasa yang berbeda-beda. Karena sulitnya penerapan unggah-ungguh berbahasa tersebut menyebabkan siswa enggan, malas, kurang prigel kurang mersudi, durung Jawa/ora Jawa, sementara para guru dan orang tua biasanya menyalahkan, menggerutu, nyacat, kurang mencari jalan keluar, untuk itu dalam makalah ini akan dicoba mencari solusi agar siswa menjadi familiar dengan Bahasa Jawa, tidak lagi takut ataupun ragu-ragu dalam menerapkan unggah-ungguh.

Dengan adanya ragam bahasa yang harus dipilih dalam berkomunikasi berbahasa Jawa siswa perlu diingatkan akan adanya 4 hal, yakni :
(1) mawas diri(tinggi atau rendah, tua atau muda, posisi/peprenahan serta umur dibandhing dengan yang di ajak bicara ,
(2) mawas ragam yang dipilih (ngoko, krama,atau krama inggi)l, ,
(3) mawas kosakata (jangan sampai keliru ragam krama inggil untuk dirinya sendiri,
(4) mawas sikap (gerak tubuh, mimik, ngapurancang atau bahkan malang kerik) sesuai dengan situasi dan kondisi yang tepat.
Unggah-ungguh berbahasa merupakan penerapan berbahasa Jawa yang selaras dengan situasi dan kondisi dengan mengingat :
(1) pembicara atau orang pertama (utama purusa),
(2) lawan bicara atau orang kedua (madyama purusa),
(3) orang yang dibicarakan atau orang ketiga (pratama purusa). Contoh : Orang pertama kepada orang kedua “Panjenengan esuk-esuk kok wis resik-resik ana apa ta?”. Orang kedua menjawab “Apa ora midhanget panjenengan kuwi, menawa Bapak Bupati mengko arep rawuh” (Bapak Bupati itu orang ketiga yang disebut oleh orang kedua adalah orang yang dihormati). Contoh aplikasi di kelas ‘Bu guru kula ngrumiyini kondur” Kalimat ini kelihatannya halus namun menurut unggah-ungguh ini salah ada kata kondur. kata kondur termasuk kosakata krama inggil tidak boleh diterapkan untuk diri sendiri / orang pertama.
Siswa dianggap “durung Jawa” atau “Ora Jawa” dapat terlihat pada contoh-contoh kalimat yang sering diucapkan siswa seperti di bawah ini :
a. Aku wis mangan, Bapak yo uwis mangan kok.
b. Nuwun sewu kula tindak rumiyin.
c. Malem Minggu Bapak anggone turu nganti wengi.
d. Bapak maca koran karo ngombe kopi.
e. Sadurunge sekolah aku siram dhisik.
f. Simbah tuku oleh-oleh kanggo aku lan adhiku.
g. Mbar, Pak Guru akon nggarap apa?
h. Bu Guru mau omong piye?
i. dst.
Karena sulitnya penerapan unggah-ungguh tersebut maka guru hendaknya secara terus menerus memprogram pembelajaran Bahasa Jawa yang sesuai dengan prinsip, tujuan, materi, metode penerapan dan penilaian agar pembelajaran Bahasa Jawa menjadi pembelajaran yang tidak ditakuti dan disegani oleh siswa. Dalam pembelajaran Bahasa Jawa mengambil prinsip-prinsip yang akan diuraikan di bawah ini :

2. Prinsip-prinsip Pembelajaran Bahasa Jawa
Pembelajaran memiliki beberapa prinsip yakni, harus bertujuan dan terarah, Memerlukan bimbingan, memerlukan pemahaman sehingga diperoleh pemahaman, memerlukan latihan dan ulangan, merupakan proses aktif peserta didik dengan lingkungannya, disertai keinginan dan kemauan untuk mencapai tujuan, disertai proses internalisasi diri dari si pembelajar, dianggap berhasil jika telah sanggup menerapkan dalam praktik kehidupan sehari-hari
Pembelajaran Bahasa Jawa berdasarkan Kurikulum 2010 lebih menekankan kepada pendekatan komunikatif yaitu pembelajaran yang mempermudah para siswa agar lebih akrab dalam pergaulan dengan menggunakan Bahasa Jawa dan melatih siswa untuk lebih senang berbicara menggunakan Bahasa Jawa yang benar dan tetap sesuai dengan situasinya.
Pembelajaran Bahasa Jawa diajarkan dari SD sampai dengan SMP bahkan sampai SMA secara berkesinambungan, selaras antara kompetensi dasar yang satu dengan kompetensi dasar lainnya. Dalam pembelajaran ini ada 4 aspek yang diajarkan oleh guru yaitu :Mendengarkan, Berbicara, Membaca, Menulis. Keempat aspek tersebut tidak dapat terpisah antara satu aspek dengan aspek lainnya, dalam pembelajaran hanya penekanannya lebih difokuskan pada salah satu aspek, artinya pada pembelajaran mendengarkan siswa tidak hanya dituntut mendengarkan saja akan tetapi siswa juga harus dapat berbicara, menulis dan mengapresiasikannya dalam bentuk sastra. Di bawah ini beberapa contoh model pembelajaran yang dapat diajarkan kepada siswa, dalam mengemas aspek- aspek yang saling mendukung.
Peranan guru dalam pengembangan bahasa Jawa terutama penerapan unggah-ungguh sangat penting dan dominan dalam keberhasilan pembelajaran bahasa Jawa. Mengingat guru bahasa Jawa adalah orang-orang yang tugasnya setiap hari membina bahasa Jawa, orang yang semestinya merasa paling bertanggung jawab akan perkembangan bahasa Jawa adalah guru, orang yang selalu akan dituding oleh masyarakat bila hasil pengajaran bahasa Jawa disekolah tidak memuaskan. Guru memegang peranan terpenting dalam menentukan keberhasilan pengajaran. Bagaimanapun baiknya kurikukulum dan lengkapnya sarana prasarana, apabila guru tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, maka pengajaran pastilah tidak akan memberikan hasil yang memuaskan.
Mengingat pentingnya peranan guru dalam menentukan keberhasilan pengajaran dengan demikian penting juga peranannya dalam pembinaan budi pekerti dan pendidikan karakter bangsa, maka seorang guru harus senantiasa mencari cara terbaik dalam menyajikan pembelajaran. Cara yang baik dalam menyajikan pembelajaran baiknya didukung oleh kreatifitas, kompetensi, dan performansi yang baik pula. Maka guruakan mampu menumbuhkembangkan minat murid dan membangkitkan kecintaan murid kepada mata pelajaran bahasa Jawa. (Sumarlam, 2011 : 29)

Contoh kreativitas guru dalam membelajarkan aspek-aspek ketrampilan berbahasa khususnya pada penerapan unggah-ungguh.
a. Aspek Mendengarkan
Pembelajaran Bahasa Jawa pada aspek mendengarkan dapat dilakukan beberapa langkah-langkah pembelajaran yang menyenangkan antara lain : Salah satu siswa ditunjuk untuk maju dan menceritakan pengalaman sehari-hari, kesukaan kejadian yang mengesankan dengan menggunakan ragam bahasa tertentu di depan kelas. Siswa yang lain memperhatikan apa yang menjadi isi dari cerita temannya. Jika kemudian yang bercerita sudah selesai tidak dipersilahkan duduk dahulu, tetapi beri kesempatan kepada teman-temannya untuk bertanya jawab tentang cerita yang disampaikan, juga dengan menggunakan ragam tertentu agar sekaligus menerapkan unggah-ungguhnya. Peran guru disini sebagai fasilitator bagi siswa tersebut bila ada pertanyaan yang tidak jelas. Setelah itu guru memberi tugas kepada siswa yang lain untuk menceritakan kembali cerita yang didengar tersebut baik secara lisan maupun tulisan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah cerita yang disampaikan temannya tadi dapat diterima dengan baik atau tidak.Setiap tampilan siswa selalu dikembangkan alih kode dengan ragam bahasa (ngoko, krama maupun krama inggil)
1. Pembelajaran mendengarkan dapat juga diajarkan dengan mengajak siswa untuk mendengarkan dongeng baik melalui kaset maupun melalui teks yang dibacakan guru. Siswa mendengarkan cerita sambil mencatat hal-hal yang penting. Setelah dongeng selesai didengar, guru memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan cerita dan siswa menjawab pertanyaan baik secara lisan ataupun tulisan. Selanjutnya berilah kesempatan kepada siswa untuk menceritakan kembali cerita tersebut baik secara lisan maupun tulisan, kemudian bentuk kelompok untuk diberi tugas membuat pertanyaan dan jawaban dari wacana yang didengar dengan ragam bahasa tertentu, dan dapat digunakan untuk mencari pasangan dalam kelompok (make-amatch)

b. Aspek Berbicara
Berbicara merupakan aspek pembelajaran Bahasa Jawa yang sangat relevan dalam aplikasi penerapan unggah-ungguh berbahasa. Contoh skenario :
1. Siswa diajak untuk menceritakan pengalaman sehari-hari dengan menggunakan Bahasa Jawa sesuai dengan ragam bahasa yang dimiliki, teman yang lain mengajukan pertanyaan dengan ragam bahasa tertentu.
2. Menceritakan kembali teks bacaan yang dibaca. Dapat menceritakan dengan basa ngoko, basa krama atau basa dialek dari suatu daerah.
3. Langkah pembelajaran selanjutnya mengajak siswa untuk menjawab pertanyaan yang merupakan bagian dari ketrampilan berbicara. Dalam pembelajaran ini siswa dilatih untuk mempelajari unsur pragmatik, yaitu siapa, suasana, sarana, tempat. Arah dan wujud dari pertanyaan yang harus diperhatikan adalah apa, siapa, berapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana. Pembelajaran ini dapat lebih menarik bila dilakukan dengan bermacam model pembelajaran seperti percakapan (pacelathon), pidato (sesorah) atau wawancara, sesuai dengan obyek yang diminati siswa. Semua itu dapat melatih siswa agar dapat menggunakan Bahasa Jawa dengan senang dan benar dengan metode role playing sesuai unggah-ungguh.
Selain di atas masih banyak model pembelajaran yang diberikan sehingga siswa menjadi lebih menyukai dan tertarik dengan pelajaran Bahasa Jawa. Strategi pembelajaran dengan menggunakan beberapa pendekatan diperlukan dalam menyampaikan pembelajaran Bahasa Jawa ini, misalnya pendekatan CTL (Contekstual Teacher and Learning), pendekatan komunikatif fungsional atau pendekatan konstruktifisme. Indikator keberhasilan PBM dapat dilihat dari perubahan sikap perilaku siswa, anak mulai bersikap sopan, bertutur kata dengan cara yang baik, mulai lebih menghormati guru, orang tua, teman-temannya. Sikap kesopanan diaktualisasi misalnya pada saat berangkat dan pulang sekolah mencium tangan kedua orang tua, guru dll.
Metode metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan penerapan unggah ungguh antara lain : (1) Simak-ulang ucap digunakan dalam memperkenalkan bunyi-bunyi tertentu, contoh t, dengan th pada kata tutuk atau thuthuk, d, dengan dh pada kata dandang atau dhandang,
(2) Simak kerjakan, menerapkan model ucapan guru yang berisi kalimat perintah,
(3) Simak-Terka, guru memberikan deskripsi suatu benda atau kalimat rumpang siswa menebak dan melengkapi kalimat,
(4) Menjawab pertanyaan,
(5) Parafrase
(6) Merangkum
(7) Bisik Berantai
(8) Identifikasi kata kunci.

3. Bentuk Pengintegrasian Watak Dan Karakter Dalam Pembelajaran Bahasa Jawa
Pada dasarnya pembelajaran Bahasa Jawa pada saat ini diharapkan agar para siswa lebih menyenangi budaya bangsa khususnya Budaya Jawa. Dengan menumbuhkan cipta, rasa dan karsa, siswa diajak untuk mengenal dan lebih mencintai budaya sendiri, serta mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Praktek dalam pembelajaran Bahasa Jawa memasukkan nilai-nilai ke Jawaan yang diharapkan melalui tahapan-tahapan di bawah ini:
a. Mengkaji SK dan KD untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya Jawa/penerapan unggah-ungguh sudah tercakup di dalamnya.
b. Menggunakan tabel yang memperlihatkan keterkaitan antara SK/ KD dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai budaya Jawa yang akan dikembangkan.
c. Mencantumkan nilai-nilai budaya Jawa ke dalam silabus.
d. Mencantumkan nilai-nilai budaya Jawa yang sudah tercantum dalam silabus ke RPP.
e. Mengembangkan proses pembelajaran siswa aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai.
f. Memberikan bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan untuk internalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku.
Pembelajaran yang efektif memerlukan kreatifitas Guru. Contoh kreatifitas Guru dalam menerapkan unggah-ungguh yang dapat dikembangkan.
Dalam upaya menunjang kemudahan pembelajaran Bahasa Jawa khususnya dalam penerapan unggah-ungguh Guru dan siswa perlu mempersiapkan sarana dan prasarana atau peraga yang digunakan seperti di bawah ini :
a. Guru menyiapkan/memberi tugas siswa membuat kartu kata sebanyak-banyaknya, berwarna warni dengan 3 ragam bahasa (ngoko, krama, dan krama inggil).
b. Siswa secara berpasangan memainkan kartu-kartu kata tersebut, tiap siswa mendapat 10 kata ragam ngoko, 10 kata ragam krama, dan 10 kata krama inggil.
c. Secara berpasangan maupun permainan kelompok menggunakan kartu kata tersebut untuk menyusun menjadi kalimat dengan ragam-ragam tertentu.penyusunan kalimat ditingkatkan dari waktu ke waktu baik secara kualitas maupun kwantitas dengan games games yang menyenangkan.
d. Permainan dilaksanakan sampai anak memahami dan menerapkan langsung kepada lingkungan sesuai situasi dan kondisi yang ada saat itu.
e. Guru memberi tugas praktek penerapan unggah-ungguh kepada siswa di lingkungan sekolah sampai pada lingkungan keluarga dan masyarakat.
f. Guru memberi tugas siswa untuk mencatat penerapan-penerapan unggah-ungguh yang sudah dilakukan siswa setiap hari baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Hal tersebut di atas diterapkan dengan tindakan-tindakan yang diulang terus menerus yang akhirnya menjadi pembiasaan dan dengan tujuan akhir proses internalisasi diri dalam melaksanakan unggah-ungguh menjadi kepribadian yang melekat pada diri siswa.
Dampak penanaman watak dan pekerti bangsa bisa diambil dalam pembelajaran diatas :
1. Ditinjau dari sudut sosial budaya
a. Membantu siswa bersosialisasi dengan temannya. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan sikap dari anak didik yang dulunya pendiam dan pemalu sekarang menjadi aktif dan kreatif, siswa secara individu maupun kelompok berinteraksi aktif.
b. Menciptakan situasi kerukunan di kelas. Hal ini terbukti dengan adanya kerjasama yang saling membantu antara anak didik dalam pembelajaran. Anak yang pandai membimbing anak yang kurang pandai dan anak yang kurang pandaipun sudah tidak takut lagi untuk bertanya kepada temannya, saling menukar peraga dll.
c. Mengembangkan sikap tolong menolong/ toleransi. Hal ini terbukti pada saat anak didik maju kedepan kelas untuk menyusun kalimat dengan peraga miliknya jika ada yang kurang, maka anak didik lainnya meminjami peraganya yang dibutuhan.
d. Mengembangkan sikap saling menghormati, sopan santun, dan tata krama.
Hal ini terbukti karena semua anak didik saling menghormati kesepakatan yang telah dibuat bersama.
e. Anak didik dapat melestarikan salah satu aset Budaya Jawa yaitu masih peduli dengan keberadaan unggah-ungguh bahasa Jawa dengan segala ragamnya yang secara umum sekarang ini sudah mulai dikesampingkan oleh anak-anak sekarang. Namun dengan adanya kreatifitas dalam pembelajaran ini ternyata anak didik sangat peduli dan bersemangat untuk mempelajari, dan menerapkannya.
2. Ditinjau dari sudut ekonomi
Anak didik ataupun guru lebih efisien atau tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal. Karena dengan skenario ini sarana yang digunakan relatif murah dan sederhana serta mudah didapat dengan hasil yang memuaskan.
3. Ditinjau dari sudut lingkungan
a. Kebiasaan yang baik disekolah terbawa oleh anak didik dalam lingkungan sekitarnya. Misalnya sifat disiplin yang ditanamkan di sekolah juga dilakukan di rumah.
b. Hubungan antara pihak sekolah dengan orang tua/ wali murid juga terjaga baik. Karena dengan adanya skenario pembelajaran ini anak didik banyak mengalami peningkatan bertata krama, bersikap, bertingkah laku baik di sekolah maupun tingkah laku kesehariannya di rumah.

Contoh Perencanaan Pengembangan unggah-ungguh yang Dapat Diprogram Guru
1. Kegiatan Rutin di Sekolah, meliputi : (a) Setiap bertemu dengan siapapun selalu memberi salam, (b) Setiap merasa bersalah meminta maaf (nuwun sewu), (c) Setiap mau mendahului selalu mohon ijin (ndherek langkung), (d) Selalu membiasakan gerakan tubuh (gesture) yang mengisyaratkan kesopanan, contoh : menganggukkan kepala, membungkukkan badan, mengacungkan ibu jari, apabila berjalan dibiasakan untuk selalu hati-hati dan sopan serta gerakan yang pantas.
2. Kegiatan Spontan, berupa: (a) kegiatan mencatat dan menegur teman yang kurang pas atau keliru atau salah dalam menerapkan unggah-ungguh dan memberi solusinya, (b) memberi penghargaan (prizing) dan menumbuhsuburkan (cherising) tingkah laku, tindak tanduk, tata krama yang sudah sesuai dengan unggah-ungguh.
3. Teladan Modelling atau Exemplary yaitu dengan mensosialisasikan dan mengimplementasikan unggah-ungguh yang benar dengan model/teladan dari para pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah maupun dari siswa yang lebih besar kepada adik kelasnya.
4. Pengkondisian
Sekolah mengkondisikan kehidupan sekolah yang mencerminkan unggah- ungguh yang baik dan benar dalam semua situasi dan kondisi.
Sekilas pandangan kami tentang hakikat pendidikan bahasa jawa, tak ada gading yang tak retak... saran dan kritik dari semua pihak sangat kami harapkan demi kemajuan blog sdn kalicilik ini pada khususnya. Jika sobat blogger berkenan mengunjungi dan berbagi pengalaman lewat Facebook dengan SDN Kalicilik anda bisa KLIK DISINI.